Pandemi Melanda, Produk Perawatan Kulit Malah Semakin Laris!

Selama pandemi covid-19, perawartan kulit menjadi pemimpin dalam kategori kecantikan. Perawatan kulit sudah menjadi ritual penting bagi sebagian besar orang di tengah pandemi ini. Hal ini disebabkan karena selama pandemi, orang-orang cenderung memiliki terlalu banyak waktu luang dan tidak tahu bagaimana menghabiskannya.

Sebaliknya, sebelum pandemi perawatan kulit adalah hal yang tidak terlalu diperhatikan oleh sebagian besar orang, karena mereka tidak memiliki waktu untuk melakukannya. Sepertinya, pandemi telah memberikan pengaruh besar terhadap perubahan kebiasaan manusia.

Berdasarkan laporan, pasar perawatan kulit global diperkirakan akan mengalami pencapaian sebesar 145,8 USH pada tahun 2028. Peningkatan pencapaian ini diperkirakan karena banyaknya konsumen yang mulai tertarik menggunakan produk perawatan kulit seperti yang dikutip dari Fortune Indonesia: Media Bisnis dan Ekonomi.

Jenis Produk Perawatan Kulit

Pada akhir 2020, kategori perawatan kulit wajah mencatatkan total klik 241 persen lebih banyak dibandingkan pada tahun 2019. Dalam produk wajah ini, produk yang berbentuk krim merupakan yang paling laris dengan pangsa pasar 33,41 persen secara internasional. Hal-hal ini bisa diketahui berdasarkan data yang diambil dari laporan Fortune Business Insight.

Di antara produk yang mengalami peminatan tertinggi adalah produk pembersih wajah Sudsy dari sebuah perusahaan asal Amerika Utara, bioClarity. Produk anti jerawat dan anti penuaan juga mengalami kenaikan minat. Hal ini disebabkan karena penggunaan masker dalam jangka waktu lama dan berkala memunculkan banyak sekali masalah pada wajah.

Popularitas dari produk anti jerawat sendiri diperkirakan tidak akan menurun dalam jangka waktu yang dekat. Sesuai dengan apa yang telah disebutkan, pandemi memang memberikan pengaruh yang cukup besar dalam perkembangan popularitas produk perawatan kulit.

Desain Kemasan Menjadi Kunci

Produk yang menarik untuk dibeli adalah produk yang kemasannya memiliki daya tari visual bagi generasi Z. Desain kemasan berperan cukup penting dalam menciptakan kesan pertama, khususnya untuk pembelian secara daring. Hal ini disebabkan karena pembeli sudah jelas tidak bisa mengetahui produk selain dari penampakan kemasannya.

“Agar merek dapat menarik minat generasi Z, itu harus mengombinasikan aspek personalisasi, kesenangan, dan interaksi dengan kredensial berkelanjutan sebenarnya”, ucap Manajer Produk Perawatan Kulit HCP Packaging, Lynn Lu.

Pesan yang ditempilkan melalui desain, serta keselarasan dengan formulasi produk juga merupakan hal penting yang harus disorot, menurut Presiden SeaCliff Beauty. Sudah jelas karena ketika akan membeli barang, orang-orang juga akan menerima pesan tidak langsung yang ditampilkan melalui desain kemasannya.

 

Kepopuleran Kemasan Airless

Kemasan airless yang mencegah udara bersentuhan langsung dengan isi produk menjadi populer dalam perawatan kulit. Kemasan ini cukup populer, khususnya untuk digunakan pada produk yang mengandung vitamin C serta antioksidan.

Wakil Presiden Pum-Tech Korea, Daniel Cha berpendapat bahwa produk dengan kendungan bahan alami atau bitamin memperoleh manfaat dari pengawet efektif yang ditawarkan pada kemasan airless.

Kemasan airless bisa kita temukan di berbagai macam produk perawatan kulit, bahkan yang ada di pasaran Indonesia. Walaupun, sebenarnya masih jarang orang yang membeli produk perawatan kulit dengan pertimbangan jenis kemasan terlebih dahulu.

Jika berkaitan dengan desain, sudah pasti para konsumen akan memilih yang disukainya. Namun, untuk kemasan airless belum menjadi suatu masalah yang dipikirkan oleh para konsumen.

 

Penggunaan Skincare yang Menjadi Kebiasaan

Di masa pandemi ini, sepertinya kebiasaan baru terus saja muncul dalam kehidupan di dunia ini. Misalnya, kebiasaan penggunaan masker di tempat umum yang sebelumnya tidak wajar dilakukan di Indonesia.

Selain itu, penggunaan skincare secara rutin juga sudah menjadi kebiasaan bagi anak muda saat memasuki masa-masa sulit ini. Masuknya kita ke dalam masa pandemi berkepanjangan memang memberikan perubahan besar terhadap kehidupan ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *