Mengenal Perbedaan Platform Crowdfunding Dan Peer To Peer Lending

Banyak pelaku usaha yang saat ini memerlukan tambahan modal agar usahanya bisa terus berkembang dan maju. Hanya saja, untuk mendapatkan modal dari perbankan sepertinya sangat sulit saat ini. Oleh karena itu, muncullah jenis pendanaan baru yang dapat menolong para pebisnis yang ingin mengembangkan usahanya.

Di Indonesia ada dua jenis permodalan yang dikenal yakni P2P Lending dan Crowdfunding. Keduanya memang terlihat memiliki kesamaan tapi sebenarnya ada perbedaan yang perlu diketahui oleh calon penggunanya.

Jika Anda ingin menggunakan crowdfunding, tentu Anda harus tahu dulu apa itu crowdfunding. Jadi crowdfunding atau yang lebih dikenal equity crowdfunding Indonesia merupakan sebuah dana yang didapatkan dalam bentuk donasi. Dalam sistem permodalan ini, terdapat 3 pihak yang terlibat yakni si pemilik project, pemilik dana dan situs crowdfunding.

Pada crowdfunding, pemilik project diharuskan untuk menceritakan terlebih dahulu bagaimana bisnisnya, bagaimana prospek kedepannya, peluang perkembangan bisnis dan lain sebagainya. Jadi jika Anda saat ini memerlukan tambahan modal, pastikan Anda sudah membuat proposal terbaik Anda supaya membuat pemberi dana beramai-ramai memberikan dana untuk bisnis Anda.

Nantinya, Anda harus mengunggah proposal melalui platform atau platform crowdfunding terpercaya. Di sana ada banyak sekali pemilik dana yang akan mengumpulkan uang mereka untuk diberikan ke pengusaha-pengusaha yang memerlukan. Jadi sifat crowdfunding ini sama seperti donasi karena itu platform ini juga sering digunakan sebagai tempat untuk melakukan penggalangan dana.

Sedangkan P2P Lending adalah tempat untuk memberikan pinjaman atas para pemilik usaha yang membutuhkannya. Jadi meski keduanya sama-sama tergolong jenis pendanaan tapi terdapat perbedaan yang cukup mendasar. Dan keduanya juga dilakukan melalui online dan ada sebuah platform yang akan menyediakannya.

Selain itu, Anda harus tahu jika P2P lending ini punya perjanjian yang dibuat dalam bentuk tertulis. Dalam perjanjian ini ada informasi terkait dana yang dipinjam dan kewajiban peminjang untuk mengembalikan dana tersebut.

Sedangkan crowdfunding tidak. Jadi baik peminjam dana atau pemilik dana sama-sama tidak akan terikat pada sebuah perjanjian tertulis karena memang sifatnya sendiri adalah sukarela.

Kemudian terdapat perbedaan dalam mendapatkan dana tambahannya juga. Jadi jika pada crowdfunding, Anda harus membuat proposal menarik kemudian mempresentasikannya supaya pemberi dana tertarik untuk menyumbangkan sejumlah uang secara sukarela. Tapi pada platform p2p lending ini Anda tidak harus melakukannya.

Dan untuk pengembalian pinjaman, crowdfunding bisa dalam bentuk ekuitas atau saham. Jadi Anda bisa memilih equity crowdfunding Indonesia jika ingin mendapatkan pengembalian pinjaman dalam bentuk saham perusahaan. Tapi pada P2P lending ini, pengembalian dana akan ditambah bunga yang sesuai dengan risiko usahanya.

Nah, untuk Anda yang ingin memberikan pinjaman dana, akan lebih aman jika pinjaman tersebut dilakukan melalui sistem pendanaan P2P lending. Apalagi Anda melakukannya di Amartha yang merupakan salah satu platform P2P Lending terbaik dan terpercaya di Indonesia. Anda akan mendapatkan keuntungan hingga 15% setiap tahunnya jika bergabung di Amartha.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *